Ratusan Warga Tuntut Copot Jabatan Kepala Desa Karangligar

KARAWANG | SUARADESA MY.ID. | Ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (21/4).

Aksi mereka menuntut kepala desa Karangligar, Ersim, dicopot dari jabatannya karena diduga tidak transparan dalam pengelolaan anggaran dana desa selama empat tahun.

Ratusan warga yang terlibat dalam aksi ini terlihat membentangkan spanduk dan berorasi dengan bergiliran menggunakan pengeras suara dari mobil komando.

Berita Lainnya  Sungai Tersumbat Eceng Gondok, Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, Bergerak Cepat Lakukan Pembersihan ‎

Mereka menyatakan kekecewaannya terhadap sikap kepala desa Karangligar yang dianggap acuh terhadap masalah warganya, khususnya terkait keluhan perbaikan infrastruktur dan penanganan banjir yang sering terjadi, terutama saat musim hujan.

Kurang lebih hampir dua jam berorasi, Ersim, kepala desa Karangligar tidak terlihat muncul dan enggan menemui warga. Sebagai gantinya, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karawang, Andri, serta Camat Telukjambe Barat, Arta, mendatangi para peserta aksi. Mereka (perwakilan dari DPMD Karawang dan Camat Telukjambe Barat) berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala desa Karangligar.

Berita Lainnya  Pemdes Kondangjaya Gelar Musdes Penetapan Lokasi KDMP dan Musdesus KPM BLT Dana Desa 2026

Namun, salah satu perwakilan dari warga, Alvino mengungkapkan rasa kekecewaannya. Menurutnya, tidak ada satu pun perwakilan dari pihak desa yang bersedia menemui warga untuk menjelaskan masalah tersebut.

Bahkan Alvino menyebut, hanya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) lah yang bersedia menemui warga, meskipun BPD dianggap tidak memiliki kompetensi untuk menjelaskan soal pengelolaan anggaran dana desa.

Berita Lainnya  Bonny Subarda Terpilih Jadi Ketua RW 029 Babakan Cianjur, Warga Diharapkan Semakin Kompak

Aksi yang berlangsung cukup tegang ini dikawal oleh puluhan anggota kepolisian dari Polres Karawang dan dibantu oleh anggota TNI. Namun warga menegaskan, jika tuntutannya tidak dipenuhi, mereka akan melakukan aksi yang lebih besar.

( red )

Bagikan>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *