KARAWANG — Para petani di Kabupaten Karawang kembali mengeluhkan anjloknya hasil panen gabah pada musim tanam kali ini. Penurunan produksi yang dinilai cukup parah ini membuat pendapatan mereka merosot jauh dari yang diharapkan.
Samin, salah satu petani di wilayah Karawang, menyampaikan bahwa hasil panen gabah tahun ini hanya mencapai sekitar 2,5 ton per hektare, padahal pada musim-musim sebelumnya ia bisa memperoleh hingga 6 ton per hektare. Kondisi tersebut membuatnya merasa kecewa dan terpukul.
“Biasanya satu hektar bisa dapat enam ton, sekarang cuma dua setengah ton. Jauh banget dari harapan,” keluh Samin saat ditemui di area sawahnya, Jumat (28/11/2025).

Menurut Samin, turunnya produksi gabah disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kualitas gabah yang menurun karena butir yang tidak terisi kaya kerdil, atau yang biasa disebut ‘jong’. Selain itu, serangan burung yang cukup masif juga memperburuk kondisi panen.
“Gabahnya banyak yang nggak pul, alias jong. Ditambah burung makin banyak nyerang, jadi makin parah hasilnya,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, Samin memperkirakan pendapatannya hilang mencapai 30 hingga 40 persen dibanding musim sebelumnya. Penurunan ini dikhawatirkan akan berdampak pada keberlanjutan usaha tani jika tidak ada perhatian dan solusi dari pihak terkait.
Para petani berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun instansi pertanian untuk membantu mengatasi persoalan turunnya hasil produksi, termasuk penanganan hama burung serta peningkatan kualitas benih dan pendampingan teknis.pungkas, Samin
Karnata, Gmblung
