Petani Keluhkan Turunnya Pendapatan, Serangan Burung Jadi Faktor Utama

KARAWANG — Sejumlah petani mengeluhkan pendapatan yang menurun drastis pada musim panen kali ini. Salah satunya Samin, petani setempat yang ditemui di area persawahan pada Jumat (28/11/2025). Ia mengungkapkan hasil panen tahun ini jauh dari harapan dan turun signifikan dibandingkan musim sebelumnya.

‎Menurut Samin, tahun lalu hasil panen per hektare mampu mencapai lebih dari 5 ton gabah. Namun kali ini, ia hanya mampu menghasilkan sekitar 2,5 ton per hektare, atau turun hampir separuh dari biasanya.

Berita Lainnya  Antisipasi Tawuran di Malam Ramadan, RT 02 dan Bina Taruna Dipo Timur Imbau Warga Tingkatkan Pengawasan Remaja
0-3840×2160-0-0-{}-0-24#

‎Pendapatan sekarang jauh dari yang diharapkan. Tahun kemarin per hektar bisa dapat 5 ton lebih, sekarang cuma bisa 2 ton setengah,” keluh Samin.

‎Ia menjelaskan bahwa penyebab utama menurunnya produktivitas adalah serangan burung yang meningkat pada musim tanam ini. Serangan hama tersebut membuat banyak padi yang rusak sebelum dipanen.

‎Faktor menurunnya pendapatan karena serangan burung. Banyak padi yang habis sebelum waktunya panen,” ujarnya.

‎Para petani berharap adanya perhatian dan solusi dari pihak terkait, baik melalui pendampingan, pengendalian hama, maupun bantuan teknis agar produktivitas pertanian kembali stabil di musim mendatang.

‎Karnata, gmblung

Bagikan>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *