KARAWANG — Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, pada Senin (2/2/2026). Banjir ini diduga kuat dipicu oleh tidak adanya normalisasi Sungai Komejing yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
mencakup Wilayah terdampak banjir di antaranya Karangpawitan, Kepuh Wareng, RT 03 RW 34 Bakti Praja, RW 37 Yaba Indah, serta RW 36. Genangan air merendam permukiman warga dan menghambat aktivitas masyarakat.

RT Bonon, tokoh masyarakat setempat, menyampaikan bahwa jalur Sungai Komejing KW 6 hingga Tegal Koneng sudah lama tidak dilakukan normalisasi. Akibatnya, terjadi pendangkalan dan penyempitan aliran sungai yang membuat air mudah meluap saat hujan deras turun.
“Jalur sungai KW 6 ke Tegal Koneng sudah bertahun-tahun tidak ada normalisasi. Ini menjadi salah satu penyebab utama banjir,” ujar Bonon.
Ia menambahkan, faktor lain yang memperparah banjir adalah banyaknya bangunan di sepanjang bantaran sungai. Mulai dari pabrik tahu hingga rumah warga yang berdiri terlalu dekat dengan bibir saluran air, sehingga menghambat aliran sungai.
“Bukan hanya soal normalisasi, tapi juga banyak bangunan yang berdiri dekat dengan bibir sungai. Ini jelas memperparah kondisi banjir,” ungkapnya.
Bonon berharap dinas terkait dapat segera turun ke lapangan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut secara cepat dan serius, baik melalui normalisasi sungai maupun penertiban bangunan yang melanggar aturan. Menurutnya, langkah konkret sangat dibutuhkan agar banjir tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.
Karnata, Renal
