Lapas Karawang Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan, 200 Paket Takjil Dibagikan kepada Warga

Karawang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang membagikan sekitar 200 paket takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Lapas Karawang pada Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Lapas Karawang kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Christo Toar, mengatakan pembagian takjil dilakukan untuk membantu masyarakat yang belum sempat menyiapkan makanan berbuka.

“Pada hari ini Lapas Karawang membagikan sekitar 200 paket takjil kepada masyarakat yang melintas di depan lapas. Maksud kami adalah untuk berbagi dengan saudara-saudara kita yang berpuasa agar mereka bisa menikmati waktu berbuka saat masih dalam perjalanan pulang,” kata Christo.

Berita Lainnya  KJPP SPR Karawang Berbagi di Bulan Ramadan, Sasar Pedagang Kecil hingga Pemulung

Ia menjelaskan, paket takjil tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang masih berada di jalan dan belum sempat menyiapkan hidangan berbuka puasa.

Adapun isi paket takjil yang dibagikan terdiri dari roti hasil karya warga binaan, sop buah buatan warga binaan, serta air minum.

Selain kegiatan berbagi takjil, Lapas Karawang juga menggelar program pembinaan keagamaan bagi warga binaan selama bulan Ramadan. Program tersebut dilaksanakan melalui kelas khusus pesantren yang digelar setiap hari di Masjid Lapas Kelas IIA Karawang.

“Di bulan Ramadan ini kami mengadakan kelas khusus pesantren. Jadi setiap hari ada pembinaan pengajian di masjid lapas khusus untuk warga binaan,” ujarnya.

Berita Lainnya  Rescue Karang Taruna Karawang Gelar Aksi Bersih-Bersih Masjid Al-Istiqomah di Dusun Pasar, Desa Kampungsawah

Melalui kegiatan tersebut, pihak lapas berharap para warga binaan dapat memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Kami berharap di bulan Ramadan ini warga binaan bisa kembali hijrah kepada Allah SWT, sehingga mereka benar-benar bertaubat dan tidak melakukan kejahatan lagi ketika kembali ke masyarakat,” tutur Christo.

Ia menegaskan, pembinaan keagamaan di Lapas Karawang tidak hanya diperuntukkan bagi warga binaan muslim. Warga binaan nonmuslim juga mendapatkan kegiatan pembinaan sesuai dengan agama masing-masing.

“Untuk yang nonmuslim ada penyesuaian setiap hari. Yang beragama Buddha ada kegiatan di wihara, dan yang beragama Kristen juga ada kegiatan di gerejanya,” jelasnya.

Berita Lainnya  Usai Permintaan Maaf Pihak Unsika, IWOI Karawang Konvoi Bagikan Ratusan Takjil

Selain kegiatan berbagi takjil, Lapas Karawang juga berencana menyalurkan bantuan sosial kepada warga sekitar pada Jumat mendatang. Bantuan tersebut akan diberikan kepada warga Desa Warung Bambu dengan jumlah sekitar 200 paket.

Bantuan yang akan dibagikan berupa kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan telur.

Sementara itu, menjelang Hari Raya Idul Fitri, Lapas Karawang juga telah mengusulkan sejumlah warga binaan untuk mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan.

“Sekitar 840 warga binaan diusulkan untuk mendapatkan remisi Idul Fitri. Namun saat ini kami masih menunggu keputusan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” pungkasnya.

Bagikan>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *