Ketua Pokja Bekasi Dalami Pengaduan Atlet Disabilitas di Mess NPCI

Bekasi – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bekasi, Abray, bersama Sekretaris Jenderal Pokja Pengurus Bekasi, melakukan pendalaman langsung terkait adanya pengaduan dari atlet disabilitas yang merasa dirugikan dan tidak mendapatkan keadilan. Pendalaman tersebut dilakukan dengan mendatangi langsung Mess NPCI (National Paralympic Committee Indonesia), pada Rabu, 14 Januari 2026.

‎Kedatangan Ketua Pokja Bekasi beserta Sekjen dan jajaran merupakan bentuk respons cepat atas laporan yang disampaikan oleh atlet disabilitas. Langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian dan komitmen Pokja Bekasi dalam memperjuangkan hak-hak atlet disabilitas, agar mendapatkan perlakuan yang adil dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berita Lainnya  GOLDEN EIGHT Biliar Resmi Dibuka, Diresmikan Langsung Bupati Karawang


‎Ketua Pokja Bekasi, Abray, menegaskan bahwa pihaknya ingin mendengar secara langsung kronologi dan keluhan yang dirasakan para atlet, tanpa perantara. Menurutnya, keterbukaan dan kehadiran langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap pengaduan ditangani secara objektif dan transparan.

‎“Kami hadir untuk mendengar dan memastikan bahwa setiap atlet disabilitas mendapatkan haknya. Tidak boleh ada pihak yang dirugikan, apalagi mereka yang telah mengharumkan nama daerah melalui prestasi,” ujar Abray.

‎Sementara itu, Sekjen Pokja Pengurus Bekasi menambahkan bahwa hasil dari pendalaman ini akan menjadi bahan evaluasi dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme organisasi serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

‎Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para atlet disabilitas yang merasa diperhatikan dan didampingi. Mereka berharap, melalui pendampingan Pokja Bekasi, permasalahan yang dihadapi dapat segera menemukan solusi yang adil dan bermartabat.

‎Pokja Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap aspirasi dan pengaduan, khususnya yang menyangkut perlindungan hak-hak atlet disabilitas, demi terciptanya iklim olahraga yang sehat, inklusif, dan berkeadilan.

‎Karnata, Gmblung

Bagikan>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *